Sabtu, 15 Mei 2010

Gerhana Venus


Fenomena alam akan terjadi lagi pada hari minggu ini yaitu terjadinya Gerhana Venus dimana menurut Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan mengatakan wilayah pengamatan terjadinya gerhana Venus pada Ahad (16/5) nanti sangat terbatas. Peristiwa itu hanya bisa disaksikan dari wilayah Indonesia bagian tengah dan barat. “Wilayah timur sama sekali tidak bisa,” katanya, Jumat (14/5). Dari situs www.lunar-occultations.com, tercatat ada 70 kota di Indonesia dari 195 tempat di dunia yang bisa menyaksikan gerhana planet Venus. Di pulau Sumatera, diantaranya di langit Batam, Bengkulu, Jambi, Padang, dan Palembang. “Di Lhoksemauwe Aceh juga muncul, tapi langitnya saat itu masih terang,” katanya.

Di Pulau Jawa, gerhana itu bisa dilihat dari semua wilayah termasuk pesisir utara dan selatan. Adapun di Kalimantan, antara lain Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Ketapang, dan Palangkaraya. Sementara Sulawesi meliputi Poso, Gorontalo, Kendari, Palu, Manado, dan Ujung Pandang. Wilayah lainnya antara lain, Bima, Denpasar, Mataram, Natuna, dan Ternate.

Gerhana Venus terjadi terjadi saat posisi bumi, bulan, dan planet Venus sejajar. Dari bumi, Venus akan menghilang sesaat karena tertutup oleh bulan. Venus seolah-olah bergerak ke belakang bulan.Kalangan astronom menyebutnya okultasi.
Dari bumi, kata Hakim, bulan pada Ahad petang itu akan berbentuk sabit karena usianya baru 2 hari atau bulan baru. Di atas ujung sabit yang melengkung seperti bulan sedang tersenyum itu, Venus awalnya akan terlihat di sebelah kiri. “Di Bandung, gerhana Venus akan mulai pukul 18.50,” katanya. Setelah itu, Venus perlahan-lahan lenyap. Planet kedua dari matahari itu baru akan muncul kembali sekitar pukul 19.30 WIB di langit. Kali itu, posisinya berada di sebelah kiri bawah.
Kalu tidak kelihatan dan anda masih penasaran, jangan khawatir kerena menurut pengelola komunitas astronomi amatir Langit Selatan Avivah Yamani, setelah gerhana Venus 16 mei 2010, Gerhana venus akan kembali terjadi pada 11 September mendatang, dan akan melewati Brazil bagian timur dan Afrika Selatan. Sedangkan gerhana yang sama pada 5 November bisa dilihat dari Afrika Selatan dan Australia bagian barat.

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 03 April 2010

Mengapa Air Laut Asin ?


Sejarah
Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100°C) karena panasnya [[Bumi]] pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu [[atmosfer]] Bumi dipenuhi oleh [[karbon dioksida]]. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam Bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu juga bertipe mamut atau tinggi/besar sekali tingginya karena jarak Bulan yang begitu dekat dengan Bumi.


Awal mula
Menurut para ahli, awal mula laut terdiri dari berbagai versi; salah satu versi yang cukup terkenal adalah bahwa pada saat itu Bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas [[vulkanik]], disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai [[kondensasi|terkondensasi]] dan terbentuklah [[hujan]]. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di Bumi hingga terbentuklah lautan.
Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar Matahari dapat kembali masuk menyinari Bumi dan mengakibatkan terjadinya proses [[penguapan]] sehingga volume air laut di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.
Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet Bumi mulai terlihat [[biru]] karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi.
Kehidupan di Bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (''life begin in the ocean''). Namun demikian teori ini masih merupakan perdebatan hingga saat ini.
Pada hasil penemuan geologis di tahun 1971 pada bebatuan di [[Afrika Selatan]] (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya [[fosil]] seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Hal ini mungkin menjawab pertanyaan tentang saat-saat awal kehidupan dan di bagian lautan yang mana terjadi awal kehidupan tersebut.
Sedangkan kelautan itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari berbagai biota atau makhluk hidup di laut yang perlu dimanfaatkan melalui usaha perikanan.





Baca Selengkapnya »»

Pelangi-Pelangi Alangkah Indahnya


Ketika kita menyaksikan kemunculan pelangi, kita dapat menggunakan konsep fisika untuk menjelaskan apa yang terjadi, tetapi tidak demikian untuk menjelaskan bagaimana terjadinya. Dibalik keindahan pelangi, ada segudang konsep fisika yang hanya dapat dijelaskan dengan “bahasa” matematika. Disana ada serangkaian teori dan aplikasi tentang cahaya dan optik yang mesti dituangkan melalui serangkaian formula matematis.
Tidak semua fenomena alam bisa dijelaskan dengan bahasa yang terdiri dari serangkaian kata dan kalimat. Kita mungkin bisa menjelaskan bagaimana pelangi terbentuk dengan bahasa sehari-hari yang sederhana, tetapi ketika kita harus menjelaskan, misalnya sudut kritis antara matahari, titik-titik air dan garis pandang pengamat dimana pelangi mungkin terlihat, rasanya akan lebih mudah apabila yang digunakan adalah bahasa matematis.



Pelangi muncul jika ada matahari saat atau setelah hujan. Sinar matahari terdiri dari berbagai panjang gelombang. Ada sinar gelombang panjang, ada pula sinar gelombang pendek. Mata manusia hanya bisa melihat panjang gelombang tertentu. Yaitu, sinar matahari yang memiliki panjang gelombang 7000-4000 Armstrong. Mata manusia melihat panjang gelombang ini sbagai berkas sinar berwarna putih. Jika sinar putih matahari menembus kaca, maka mata manusia baru bisa melihat sinar matahari terpecah manjadi 7 warna. Itulah sinar berwarna marah, jingga, kuning, hijau, biru, nila ,ungu. Atau sering disingkat dengan mejikuhibiniu.
Udara penuh dengan butir-butir air saat hujan. Air sama halnya dengan butiran kaca yang bening. Sinar matahari juga bisa menembus air. Sinar matahari berbelok 42 derajat. Akibatnya sinar mejikuhibiniu juga berbelok 42 derajat.




Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 06 Maret 2010

BADAI MATAHARI


Menurut berita yang dilansir oleh detikNews berdasarkan press release yang dikeluarkan oleh Lapan, pada jumat 05/03/10, diperkirakan badai matahari akan terjadi sekitar tahun 2012 sampai dengan 2015. Flare sendiri merupakan salah satu bentuk aktivitas matahari, yang pada puncaknya dapat mengakibatkan terjadinya kemarau panjang dan ledakan-ledakan matahari.


Tidak jauh berbeda seperti berita yang dimuat oleh Vivanews 10/02/10, kejadian ini akan berdampak paling besar pada rusaknya sistem teknologi informasi seperti komunikasi satelit, radio dan navigasi GPS. Lebih lanjut Lapan mengungkapkan efek dari badai itu akan berpengaruh terhadap perubahan iklim yang sangat ekstrim, suhu bumi akan meningkat dan menimbulkan perubahan drastis.

Ledakan-ledakan matahari yang berupa partikel bisa menembus atmosfir dan sampai ke bumi hingga berakibat buruk pada perubahan cuaca. Namun hal itu diyakini tidak akan sampai memporak-porandakan bumi.
Film fiksi ilmiah '2012' yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.
"Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari," ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010).
Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.
Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.
"Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly.
Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.




Baca Selengkapnya »»

Mengenai Saya

Foto Saya
Seorang Guru di SMK Negeri 2 Amuntai Kalimantan Selatan, mengajar bidang studi IPA.

Anti Virus

antivirus

Chat Yukkkk...

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

Hujan Asam

Hujan Asam